<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Hadis &quot;Kitab Allah dan ‘Itrah Ahlul Bait&quot; di dalam Referensi-Referensi Ahlus Sunnah</title>
	<atom:link href="http://madinah-al-hikmah.net/2006/10/30/hadis-kitab-allah-dan-%e2%80%98itrah-ahlul-bait-di-dalam-referensi-referensi-ahlus-sunnah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://madinah-al-hikmah.net/2006/10/30/hadis-kitab-allah-dan-%e2%80%98itrah-ahlul-bait-di-dalam-referensi-referensi-ahlus-sunnah/</link>
	<description>Muhammad SAWW Kota Hikmah dan Ali Pintunya</description>
	<lastBuildDate>Sat, 22 Oct 2011 23:48:51 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.2</generator>
	<item>
		<title>By: admin</title>
		<link>http://madinah-al-hikmah.net/2006/10/30/hadis-kitab-allah-dan-%e2%80%98itrah-ahlul-bait-di-dalam-referensi-referensi-ahlus-sunnah/comment-page-1/#comment-39</link>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Nov 2010 11:00:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edwinharahap.com/madinah/?p=67#comment-39</guid>
		<description>Mas Elfan, Coba lihat Artikel ini : http://madinah-al-hikmah.net/2010/11/13/siapa-ahlul-bayt-dalam-ayat-33-surat-al-ahzab/</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas Elfan, Coba lihat Artikel ini : <a href="http://madinah-al-hikmah.net/2010/11/13/siapa-ahlul-bayt-dalam-ayat-33-surat-al-ahzab/" rel="nofollow">http://madinah-al-hikmah.net/2010/11/13/siapa-ahlul-bayt-dalam-ayat-33-surat-al-ahzab/</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: elfan</title>
		<link>http://madinah-al-hikmah.net/2006/10/30/hadis-kitab-allah-dan-%e2%80%98itrah-ahlul-bait-di-dalam-referensi-referensi-ahlus-sunnah/comment-page-1/#comment-27</link>
		<dc:creator>elfan</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Oct 2010 01:09:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://edwinharahap.com/madinah/?p=67#comment-27</guid>
		<description>Dlm Al Quran yang menyebut &#039;ahlulbait&#039;, rasanya ada 3 (tiga) ayat dan 3 surat.

1. QS. 11:73: Para Malaikat itu berkata: &quot;Apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (Itu adalah) rahmat Allah dan kebrkatan-Nya, dicurahkan atas kamu, hai ahlulbait. Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah&quot;.

Ayat ini jika dikaitkan dengan ayat sebelumnya, maka makna &#039;ahlulbait&#039; adalah isteri dari Nabi Ibrahim.

2. QS. 28:12: Dan Kami cegah Musa dari menyusu kepada perempuan-perempuan yang mau menyusukan(nya) sebelum itu; maka berkatalah Saudara Musa: &#039;Maukahkamu aku tunjukkan kepadamu &#039;ahlulbait&#039; yang akan memeliharanya untukmu, dan mereka dapat berlaku baik kepadanya?

Ayat ini jika dikaitkan dengan ayat sebelumnya, maka makna &#039;ahlulbait&#039; adalah Ibu Nabi Musa As. atau ya Saudara Nabi Musa As.

3. QS. 33:33: &quot;...Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu &#039;ahlulbait&#039; dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya&quot;.

Ayat ini jika dikaitkan dengan ayat sebelumnya QS. 33: 28, 30 dan 32, maka makna ahlulbait adalah para isteri Nabi Muhammad SAW. Sedangkan sesudah ayar 33 yakni QS. 33:34, 37 dan 40 penggambaran ahlulbaitnya mencakup keluarga besar Nabi Muhammad SAW. isteri plus anak-anak beliau.

Coba baca catatan kaki dari kitab: Al Quran dan Terjemahannya, maka ahlulbaik yaitu KELUARGA RUMAHTANGGA RASULULLAH SAW. Berarti, anak Nabi SAW terakhir yang berkedudukan sebagai halulbait ya Bunda Fatimah. 

Lalu apakah bunda Fatimah ini mempunyai hak bernasab sebagaimana dimaksud dlm QS. 33:4-5 dengan tegas dimana nasab keturunan itu diambul dari nasab bapaknya? 

Dengan demikian, anak-anak dari Bunda Fatimah dengan Saidina Ali bin Abi Thalib tetap saja bernasab pada Saidina Ali bin Abi Thalib bukan bernasab pada Nabi Muhammad SAW melalui Bunda Fatimah. 

Dengan demikian, maka pewarisan keluarga &#039;ahlul bait&#039; setelah Bunda Fatimah itu, pada hakekatnya tidak ada lagi. Kalau ada fihak yang mengklaim bahwa golongan mereka adalah golongan &#039;ahlul bait&#039;, saya kira kuranglah tepat.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dlm Al Quran yang menyebut &#8216;ahlulbait&#8217;, rasanya ada 3 (tiga) ayat dan 3 surat.</p>
<p>1. QS. 11:73: Para Malaikat itu berkata: &#8220;Apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (Itu adalah) rahmat Allah dan kebrkatan-Nya, dicurahkan atas kamu, hai ahlulbait. Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah&#8221;.</p>
<p>Ayat ini jika dikaitkan dengan ayat sebelumnya, maka makna &#8216;ahlulbait&#8217; adalah isteri dari Nabi Ibrahim.</p>
<p>2. QS. 28:12: Dan Kami cegah Musa dari menyusu kepada perempuan-perempuan yang mau menyusukan(nya) sebelum itu; maka berkatalah Saudara Musa: &#8216;Maukahkamu aku tunjukkan kepadamu &#8216;ahlulbait&#8217; yang akan memeliharanya untukmu, dan mereka dapat berlaku baik kepadanya?</p>
<p>Ayat ini jika dikaitkan dengan ayat sebelumnya, maka makna &#8216;ahlulbait&#8217; adalah Ibu Nabi Musa As. atau ya Saudara Nabi Musa As.</p>
<p>3. QS. 33:33: &#8220;&#8230;Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu &#8216;ahlulbait&#8217; dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya&#8221;.</p>
<p>Ayat ini jika dikaitkan dengan ayat sebelumnya QS. 33: 28, 30 dan 32, maka makna ahlulbait adalah para isteri Nabi Muhammad SAW. Sedangkan sesudah ayar 33 yakni QS. 33:34, 37 dan 40 penggambaran ahlulbaitnya mencakup keluarga besar Nabi Muhammad SAW. isteri plus anak-anak beliau.</p>
<p>Coba baca catatan kaki dari kitab: Al Quran dan Terjemahannya, maka ahlulbaik yaitu KELUARGA RUMAHTANGGA RASULULLAH SAW. Berarti, anak Nabi SAW terakhir yang berkedudukan sebagai halulbait ya Bunda Fatimah. </p>
<p>Lalu apakah bunda Fatimah ini mempunyai hak bernasab sebagaimana dimaksud dlm QS. 33:4-5 dengan tegas dimana nasab keturunan itu diambul dari nasab bapaknya? </p>
<p>Dengan demikian, anak-anak dari Bunda Fatimah dengan Saidina Ali bin Abi Thalib tetap saja bernasab pada Saidina Ali bin Abi Thalib bukan bernasab pada Nabi Muhammad SAW melalui Bunda Fatimah. </p>
<p>Dengan demikian, maka pewarisan keluarga &#8216;ahlul bait&#8217; setelah Bunda Fatimah itu, pada hakekatnya tidak ada lagi. Kalau ada fihak yang mengklaim bahwa golongan mereka adalah golongan &#8216;ahlul bait&#8217;, saya kira kuranglah tepat.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

